BURNERS FBR GAS X4/2 CE – TWO STAGES
BURNERS FBR GAS X4/2 CE – TWO STAGES
Burner FBR GAS X4/2 Adalah Mesin Pembakar gas dua tahap dengan Kapasitas : 64/116-232 kW dengan bodi aluminium, kipas pada tekanan tinggi dan kepala pembakaran dengan penyetelan pada tinggi efisiensi dan stabilitas api yang tinggi dan penutup perlindungan dengan pelat pengurangan kebisingan.
-
GAS BURNERS ONE STAGE FBR GAS X4/2CE
Burner FBR GAS X4/2 Adalah Mesin Pembakar gas dua tahap dengan Kapasitas : 64/116-232 kW dengan bodi aluminium, kipas pada tekanan tinggi dan kepala pembakaran dengan penyetelan pada tinggi efisiensi dan stabilitas api yang tinggi dan penutup perlindungan dengan pelat pengurangan kebisingan. Dimensi keseluruhan yang ringkas dan disposisi yang dirasionalkan dari komponen dengan aksesibilitas yang difasilitasi untuk operasi pengaturan dan pemeliharaan.
Tersedia dalam versi METHANE (gas alam) atau L.P.G. (untuk menentukan pada pesanan) sesuai permintaan versi khusus untuk gas kota, gas batubara atau biogas. Kereta gas dirakit sepenuhnya, dihubungkan secara elektrik dan diuji; lengkap dari katup kerja dua tahap dengan aliran penyetelan, katup pengaman, sakelar tekanan gas minimum, dan filter penstabil tekanan gas. Versi F dengan penutup pelindung dari baja dan fitur khusus untuk aplikasi di oven industri dan toko roti oven. Kelengkapan konektor plug/socket 7 tiang, flange dan gasket untuk pemasangan di genset.
TECHNICAL DATA AND OPERATING RANGE DIAGRAM GAS X4/2CE
No Parameter Spesifikasi MODEL : GAS X4/2CE 1 Daya Termal Min. – Maks. 55 / 100 – 200 Mcal/jam 2 Daya Termal Min. – Maks. 64 / 116 – 232 kW 3 Aliran Gas G20 (Gas Alam) Min. – Maks. 6,4 / 11,6 – 23,2 Nm³/jam 4 Aliran Gas G31 (L.P.G.) Min. – Maks. 2,5 / 4,5 – 9 Nm³/jam 5 Bahan Bakar Gas Alam (Keluarga Kedua) – L.P.G. (Keluarga Ketiga) 6 Kategori Bahan Bakar I2R, I2H, I2L, I2E, I2E+, I2Er, I2ELL, I2E(R) / I3B/P, I3+, I3P, I3B, I3R 7 Operasi Kerja Terputus-putus (min. 1 pemberhentian setiap 24 jam), dua tahap 8 Kondisi Lingkungan Operasi / Penyimpanan -15…+40°C / -20…+70°C, kelembapan relatif maks. 80% 9 Maks. Suhu Udara Pembakaran 60°C 10 Tekanan Minimum Rangkaian Gas D1″-S Gas Alam / L.P.G. : 14 / 21 mbar 11 Tekanan Minimum Rangkaian Gas D1″1/4-S Gas Alam / L.P.G. : 11 / 19 mbar 12 Tekanan Minimum Rangkaian Gas D1″1/2-S Gas Alam / L.P.G. : 8 / 17 mbar 13 Tekanan Maksimum Pintu Masuk Katup Pe. maks. : 360 mbar 14 Daya Listrik Nominal 226 W 15 Motor Kipas 200 W 16 Penyerapan Arus Motor Nominal 1,35 A 17 Catu Daya 1N~230V – 50Hz 18 Tingkat Perlindungan Listrik IP40 19 Kebisingan Min. – Maks. 66 – 69 dB(A) 20 Berat Pembakar 19 kg CARA KERJA BURNER FBR GAS X4/2CE
Cara kerja Burner FBR GAS X4/2CE didasarkan pada sistem Dua Tahap Pembakaran (Two-Stage / High-Low Flame). Burner industri monoblok buatan F.B.R. Bruciatori asal Italia ini menggunakan bahan bakar Gas (seperti Gas Alam / Methane maupun LPG) dengan rentang kapasitas output panas berkisar antara 64/116 hingga 232 kW (atau sekitar 55/100 hingga 200 Mcal/jam).Kode tambahan “/2” menandakan burner ini memiliki dua tingkat kekuatan api otomatis yang diatur secara mekanis oleh servomotor elektrik terintegrasi. Burner akan menyala pertama kali pada tingkat api kecil (Tahap 1 / Low Fire) untuk meminimalkan kejutan tekanan thermal, lalu secara otomatis beralih ke api besar (Tahap 2 / High Fire) guna memenuhi beban panas maksimal pada mesin industri (seperti boiler, thermal oil heater, atau oven produksi).Berikut penjelasan detail mengenai fungsi komponen penggerak beserta tahapan alur otomatis kerjanya:1. Komponen Utama & Mekanisme Dua Tahap- Servomotor Udara & Gas: Aktuator elektrik presisi yang secara linear mengendalikan katup peredam udara (air shutter) serta membuka katup gas tahap kedua. Komponen ini memastikan rasio pasokan bahan bakar dan oksigen tetap ideal pada kedua tingkatan api.
- Motor Listrik Blower: Menggerakkan roda kipas (impeller) bertekanan tinggi di dalam bodi aluminium die-cast untuk menyuplai volume udara segar yang stabil ke ruang pembakaran.
- Rangkaian Gas Terintegrasi (Gas Train): Modul pipa gas rakitan pabrik yang dilengkapi dengan one-block valve Kelas A (memiliki fungsi pembukaan lambat pada tahap kedua dan katup pengaman darurat), stabiliser filter, serta sakelar tekanan gas minimal (Minimum Gas Pressure Switch).
- Air Pressure Switch (Sensor Tekanan Udara): Sensor proteksi keselamatan yang memverifikasi kinerja kipas blower agar burner segera mengunci (lockout) jika hembusan angin terganggu atau tidak memadai.
- Ionisation Probe (Elektroda Ionisasi): Batang sensor pendeteksi api yang membaca arus listrik mikro (ionisasi) di dalam nyala api untuk mengawasi keamanan pembakaran.
2. Urutan Alur Kerja Siklus Pembakaran (Otomatis)Setiap kali modul pengontrol suhu eksternal (seperti termostat atau sakelar tekanan) mendeteksi kebutuhan panas pada mesin, rangkaian urutan sirkuit otomatis berikut akan berjalan:- Tahap 1: Deteksi Tekanan Gas Masuk
Sebelum komponen penggerak aktif, Minimum Gas Pressure Switch mendeteksi tekanan bahan bakar gas yang masuk dari jalur pipa utama. Jika tekanan gas di bawah ambang batas minimal, sistem kontrol menolak proses start demi menghindari kegagalan pengapian. - Tahap 2: Pra-Purging (Pembersihan Udara)
Jika gas aman, motor listrik mengaktifkan kipas blower. Servomotor bergerak membuka air damper ke level maksimal. Udara bertekanan tinggi disemburkan ke dalam ruang bakar selama belasan detik untuk menyapu bersih sisa-sisa uap gas yang mungkin mengendap dari siklus sebelumnya demi menghindari risiko ledakan awal (backfire). Air pressure switch harus mendeteksi tekanan udara statis yang stabil sebelum program diizinkan berlanjut. - Tahap 3: Kondisi Siap Pengapian (Ignition Standby)
Setelah fase purging selesai, servomotor mengembalikan posisi peredam udara ke bukaan minimum (posisi menyala awal / api kecil). - Tahap 4: Pemantikan & Pembentukan Api Kecil (Tahap 1 / Low Fire)
Transformator melepaskan busur percikan listrik tegangan tinggi melalui elektroda pemantik tepat di depan cakram api (flame disc). Bersamaan dengan itu, katup solenoid gas Tahap 1 terbuka lambat. Gas keluar, bercampur secara homogen dengan udara minimal, dan langsung menyambar percikan listrik sehingga membentuk api kecil pertama (Low Fire sebesar 64 kW). - Tahap 5: Supervisi & Verifikasi Api
Batang sensor elektroda ionisasi (ionisation probe) harus mendeteksi arus ionisasi dari nyala api stabil dalam jendela waktu yang sangat singkat (safety time). Jika api gagal menyala atau padam mendadak, sensor akan memutus arus sirkuit dan katup langsung menutup total, lalu burner masuk ke status Lockout (Lampu Merah Menyala) demi keselamatan kerja. - Tahap 6: Transisi Otomatis ke Api Besar (Tahap 2 / High Fire)
Jika api Tahap 1 dinyatakan aman dan mesin masih membutuhkan energi panas masif untuk mengejar target suhu, control box memberikan perintah transisi. Servomotor akan bergerak maju mendorong air damper ke bukaan maksimal sekaligus membuka katup gas tahap kedua secara sinkron. Kobaran api membesar secara dinamis menuju kapasitas daya puncak penuh (mencapai 232 kW). - Tahap 7: Regulasi Beban & Pematian (Siklus High-Low-Off)
Ketika suhu atau tekanan media pada mesin sudah mendekati target (setpoint), katup tahap kedua akan menutup dan servomotor memperkecil bukaan udara. Burner turun secara halus kembali ke kapasitas Tahap 1 (Low Fire) tanpa perlu mati total. Jika target panas benar-benar sudah terpenuhi secara total, seluruh katup menutup rapat, api padam, dan mesin kembali ke mode siaga (standby).
KATALOG : SK071055_B_en
PT. INDIRA MITRA BOILER
- Kantor : Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, RT.026/RW.005, Kosambi, Kec. Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten 15530
- Whatsapp : +62 823-2092-5518
- Nomor Ponsel : 0821 1185 1623
- Telp : 021 5011 0567
- Email : wahyuidm86@gmail.com /wahyuspi46@gmail.com
-
Be the first to review “BURNERS FBR GAS X4/2 CE – TWO STAGES”











Reviews
There are no reviews yet.