DISTRIBUTOR GAS BURNER BEJO BT17, BT20, BT30, BT35 G/GR/GC

DISTRIBUTOR GAS BURNER BEJO BT17, BT20, BT30, BT35 G/GR/GC

JUAL BURNER BEJO BT17, BT20, BT30, BT35 G-GR-GC

Gas Burner Bejo BT17, BT20, BT30, BT35 G/GR/GC Adalah mesin Pembakar berbahan bakar gas, dengan Pengoperasian geser/modulasi satu/dua tahap dengan kapasitas mualai 80 kW – 410 kW. sistem kerja burner ini merupakan Pencampuran udara-gas pada pipa semburan. Kemampuan untuk mendapatkan nilai pembakaran optimal dengan mengatur udara pembakaran dan pipa semburan.

Untuk Perawatan dipermudah karena unit atomisasi dapat dilepas tanpa harus melepas pembakar dari boiler, Penyesuaian aliran manual satu tahap, Pengaturan aliran udara minimum dan maksimum dua tahap untuk tahap pertama dan kedua dengan menggunakan servomotor listrik dengan penutupan gerbang jeda untuk mencegah penyebaran panas ke cerobong asap. Geser/modulasi. Servomotor yang dipasang dengan cam dapat mengatur konsumsi bahan bakar dan udara.

Satu flensa dan satu segel isolasi untuk pengencangan boiler dengan Saluran masuk udara pembakaran dengan perangkat pengaturan aliran udara, Flensa kopling boiler geser untuk menyesuaikan dengan tonjolan kepala berbagai jenis boiler. Motor listrik satu fasa untuk menjalankan kipas, Pemeriksaan keberadaan api dengan elektroda ionisasi, Peringkat perlindungan instalasi listrik IP40.

TYPE GAS BURNER TYPE BT

DATA SHEET BURNER BEJO BT17, BT20, BT30, BT35 G-GR-GC

Spesifikasi Singkat Seri Bejo Gas Burner BT dengan bahan bakar Gas LPG / CNG / LNG sebagai berikut:

  • Bejo Gas Burner BT17 G/GR/GC: Kapasitas output berkisar 80 kW – 200 kW.
  • Bejo Gas Burner BT20 G/GR/GC: Kapasitas output berkisar 120 kW – 240 kW.
  • Bejo Gas Burner BT30 G/GR/GC: Kapasitas output berkisar 160 kW – 350 kW.
  • Bejo Gas Burner BT35 G/GR/GC: Kapasitas output berkisar 200 kW – 410 kW.

Keterangan Kode di belang Type merupakan :

  • G (One Stage / Satu Tahap Api) : Burner bekerja dengan sistem on/off tunggal (satu tingkat embusan api).
  • GR (Two Stage / Dua Tahap Api) : Burner bekerja dengan dua tingkat embusan api (api kecil dan api besar).
  • GC (Modulating / Modulasi) : Output api dapat menyesuaikan kebutuhan beban panas secara presisi (terus-menerus berubah sesuai sensor suhu/tekanan).

 

SISTEM KERJA GAS BURNER SERI BT

Sistem kerja Gas Burner Bejo seri BT17, BT20, BT30, dan BT35 (tipe G, GR, GC) bertumpu pada otomatisasi kontrol keselamatan dan pencampuran udara-gas yang presisi di dalam ruang bakar. Seluruh siklus kerja ini diatur secara elektronik oleh komponen utama bernama Burner Control Controller (Otomat/Brain Burner).Berikut adalah tahapan urutan sistem kerja operasional burner sejak dinyalakan hingga beroperasi:

  1. Tahap Persiapan & Pemeriksaan Keselamatan (Pre-Purge)Sebelum api dinyalakan, burner akan memastikan ruang bakar bersih dari sisa gas beracun atau gas liar untuk mencegah ledakan (backfire).Kipas Udara Berputar : Motor burner menyala untuk menggerakkan kipas (blower) guna mengembuskan udara segar ke dalam ruang bakar.Pembersihan Ruang Bakar (Pre-Purging): Udara ditiupkan selama beberapa detik untuk membuang sisa gas sisa pembakaran sebelumnya.Deteksi Tekanan Udara: Komponen Air Pressure Switch (APS) mendeteksi apakah embusan angin dari kipas sudah cukup kuat. Jika tekanan udara lemah, burner akan mati otomatis (interlock/error).Deteksi Tekanan Gas: Gas Pressure Switch (GPS) memeriksa apakah tekanan suplai gas dari pipa (LPG/CNG) berada di batas aman (tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi).
  2. Tahap Penyalaan Api Pemantik (Ignition)Setelah proses pembersihan selesai dan sensor mendeteksi kondisi aman, proses pembakaran dimulai.Percikan Elektroda: Transformator penyalaan (ignition transformer) mengirimkan daya listrik tegangan tinggi ke elektroda (busi). Busur percikan api listrik pun muncul di ujung nozzle.Pembukaan Katup Gas (Gas Valve Open): Solenoid valve pada Gas Train terbuka secara mekanis untuk mengalirkan gas ke kepala burner (combustion head).Penyalaan Api Pertama: Gas yang keluar langsung menyambar percikan listrik dari elektroda, membentuk api pembakaran.
  3. Tahap Pemantauan Api (Flame Monitoring)Keberadaan api harus dipastikan secara konstan demi keselamatan kerja mesin.Sensor Api Bekerja: Batang ionisasi (ionization probe) atau sensor photocell mendeteksi adanya ionisasi/cahaya dari api yang menyala stabil.Matikan Sistem Jika Gagal: Jika dalam waktu beberapa detik (safety time) sensor tidak mendeteksi adanya api, burner controller akan langsung menutup rapat katup gas (solenoid) dan mengunci sistem (lockout / alarm merah menyala) untuk mencegah kebocoran gas massal.
  4. Tahap Modulasi & Operasi Sesuai Kode Unit (G / GR / GC)Setelah api dipastikan menyala dengan stabil, cara kerja pembakaran selanjutnya akan mengikuti tipe kontrol spesifik dari unit Anda:
    • Tipe G (One Stage / Api Tunggal)Burner hanya bekerja pada satu kapasitas output tetap (100% langsung).Jika suhu atau tekanan boiler/oven sudah tercapai, burner langsung mati total (off). Jika suhu turun, burner mengulang proses dari tahap 1 (on).
    • Tipe GR (Two Stage / Api Dua Tahap)Burner menyala pertama kali di posisi api kecil (Stage 1 / Low Burn).Jika sistem membutuhkan panas lebih, katup gas kedua terbuka dan posisi servo udara melebar ke posisi api besar (Stage 2 / High Burn).Saat suhu mendekati target, burner turun kembali ke api kecil sebelum akhirnya mati jika suhu penuh.
    • Tipe GC (Modulating / Modulasi Kontinu)Burner menggunakan motor servo elektronik yang terhubung dengan sensor suhu (thermocouple) atau tekanan digital.Katup gas dan katup udara bergerak beriringan secara halus (skala persen % kecil hingga besar) mengikuti naik-turunnya beban panas riil di dalam mesin.

PT. INDIRA MITRA BOILER

Gudang : Blk. D19 Jl. Utama Raya Perum Permata Sepatan No.21, Pisangan Jaya, Kec. Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten 15520
Kantor : Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, RT.026/RW.005, Kosambi, Kec. Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten 15530
Kontak
WhatsApp : 0895 3287 02165
Mobile : 0821 1185 1623
Email 1 : wahyuidm86@gmail.com
Email 2 : wahyuspi46@gmail.com

Share the Post

About the Author

Comments

No comment yet.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *